Hukum Hardy-Weinberg
Hukum Hardy-Weinberg
Ayo kita pelajari hukum ini dengan cara sederhana, kita analogikan dengan bicara soal kelereng.
Halo! Kali ini kita akan melupakan istilah-istilah rumit buku teks biologi. Mari kita bahas Hukum Hardy-Weinberg dengan cara yang paling santai, menggunakan analogi yang bisa Anda bayangkan sehari-hari.
1. Konsep Dasarnya: Toples Kelereng
Bayangkan kita punya toples raksasa berisi ribuan kelereng. Hanya ada dua warna:
- 🔴 Merah (Gen A - Dominan)
- 🔵 Biru (Gen a - Resesif)
Hukum Hardy-Weinberg bilang: Persentase kelereng Merah dan Biru di toples itu TIDAK AKAN BERUBAH selamanya, asalkan toplesnya tidak diganggu.
2. Syarat "Jangan Ganggu Toplesnya"
Agar persentase kelereng tetap abadi, ada 5 Aturan Main yang pantang dilanggar. Kalau satu saja dilanggar, hukum batal (artinya terjadi Evolusi).
- 1. Toples Harus Sangat Besar (Populasi Besar) Kalau kelereng cuma 10, hilang 1 saja persentase langsung kacau. Tapi kalau ada 1 juta, hilang 1 tidak ngefek.
- 2. Tidak Boleh Keluar Masuk (Tidak Ada Migrasi) Jangan ada tetangga iseng lempar kelereng baru ke dalam, atau mengambil kelereng keluar. Toples harus tertutup rapat.
- 3. Tidak Boleh Berubah Warna (Tidak Ada Mutasi) Kelereng merah tidak boleh tiba-tiba berubah jadi biru karena kena sinar matahari atau zat kimia.
- 4. Jodoh Tidak Boleh Milih (Perkawinan Acak) Ini yang paling lucu. Kelereng merah tidak boleh hanya mau sama sesama merah. Semua harus "tutup mata" saat cari jodoh. Siapapun yang didapat, itulah jodohnya.
- 5. Semua Punya Kesempatan Sama (Tidak Ada Seleksi Alam) Tidak boleh ada aturan "Kelereng biru lebih gampang pecah". Semua kelereng harus sama kuatnya untuk hidup.
3. Rumus Matematika (Versi Kencan Buta)
Anda pasti pernah lihat rumus seram ini. Mari kita bedah pakai logika:
Bayangkan p adalah peluang ketemu Merah, dan q peluang ketemu Biru.
Anak Merah Tulen (AA)
Anak Biru Tulen (aa)
Anak Campuran (Aa)
4. Kesimpulan Penting
Hukum Hardy-Weinberg sebenarnya adalah alat deteksi kebohongan.
Di dunia nyata, hampir mustahil memenuhi 5 syarat di atas dengan sempurna. Jadi, ilmuwan pakai rumus ini untuk menghitung: "Lho, kok hasil hitungan beda dengan kenyataan?"
Jika angkanya beda, berarti Evolusi sedang terjadi.
Posting Komentar